Awas, Bahaya Sikap Malas !
Malas
adalah sikap yang tidak baik. Orang yang bermalas – malasan disebut pemalas.
Bagi sebagian orang terkadang rasa malas itu muncul secara tiba – tiba. Hal
tersebut akan sangat berbahaya terlebih jika rasa malas muncul ketika keadaan
penting dan menuntut kita bersikap bersemangat dan antusis. Jadi, seberapa
bahayakah sikap malas tersebut, berikut penjelasannya.
Sikap
pemalas bukanlah ciri seorang manusia yang beriman, sebab Tuhan Yang Maha Kuasa
menyukai sikap hamba - hambanya yang rajin dan selalu berusaha. Bahkan nenek
atau orang zaman dulu sering
mengajarkan kepada anak cucunya bah
| Taken by Efi |
wa pemalas adalah “temannya setan”.
Bagaimana tidak, pemalas lebih suka menjadi penonton, pasif, berpangku tangan,
dan tidak bersemangat untuk mengejar cita-cita dunia dan akhiratnya. Pemalas
bukanlah seorang pemberani, sebab pemberani adalah orang yang mampu melawan
ketakutan yang berasal dari dirinya sendiri, yang berarti mereka akan
bersemangat memaksakan diri melakukan sesuatu, bahkan yang berada di luar zona
nyamannya. “Tidak mau kan kita disebut penakut hanya karena suka bermalas-malasan?”
Bermalas-malasan
juga akan menjauhkan kita dari kesuksesan. “ Siapa yang ingin sukses” tentu saja semua orang
menginginkan kesuksesan, meskipun tolak ukur kesuksesan setiap orang
berbeda-beda. Nah, dengan menjauhi
sikap malas kita akan selangkah lebih dekat dengan kesuksesan. Sejarah
membuktikan bahwa tidak ada orang sukses yang pemalas. Mengerjakan sesuatu yang
ada di depan kita dengan penuh semangat, sedikit demi sedikit akan lebih baik
dibandingkan hanya bermalas-malasan.
Solusi
untuk mengatasi rasa malas adalah dengan memaksakan diri. Memaksakan diri untuk
keluar dari zona nyaman. Misalnya, jika kamu masih pelajar dan sangat malas
untuk belajar, mencoba memaksakan diri belajar selama 45menit, kemudian
istrahat selama 15menit akan membuatmu merasa lebih fresh dan semangat untuk
menerima ilmu yang sedang kamu pelajari. Beri hadiah sendiri bagi dirimu yang
telah berhasil mengatasi rasa malas tersebut. Hadiah tersebut tidak harus yang
berlebihan, misalnya kamu akan mendengarkan lagu kesukaan, menyanyi, makan
coklat kesukaan, dan lain sebagainya. Setelah beristirahat selama 15menit kamu lanjutkan
belajar kembali. Hal tersebut secara tidak langsung telah melatih dirimu untuk
memaksakan diri, namun menggunakan cara yang menyenangkan.
Rasa
malas juga akan menjauhkan kita dari cita-cita. Akan tetapi, ada strategi untuk
mengatasi rasa malas tersebut, yaitu memaksakan diri dan selalu catat di
pikiran bahwa sikap malas hanya akan membuatmu menyesal di kemudian hari. Jika
kamu bercita-cita ingin menjadi seorang dosen, maka pegang erat cita-cita
besarmu itu dan buatlah rencana-rencana kecil sederhana untuk mencapai cita –
cita tersebut, dan segera dikerjakan. Jangan takut untuk keluar dari zona
nyamanmu. Meskipun sebagian orang akan takut keluar dari zona nyaman, tetapi
mencobalah. Selagi kita masih hidup di dunia, kita tidak akan tahu apa yang
akan terjadi di masa depan nanti, bersikap antusias dan bersemangat tentu saja
akan memberikan hasil yang lebih baik daripada bermalas - malasan.
Comments
Post a Comment